Rabu, 14 November 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Religion
Senin, 5 Maret 2018 | 18:42:44
Ibadah Perdana GPI Sidang Pasir Pengaraian Riau Berlangsung Khikmad
Maruba Habeahan
Paduan Suara dari GPI sidang Jalan Durian Ujungbatu, pada Acr Ibadah Perdana GPI Sidang Pasir Pengaraian, Riau, Minggu 28-01-2018, di gereja setempat (Foto SIB, Maruba Habeahan)
Pasir Pengaraian (Mahardikanews) Ibadah perdana Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) sidang Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, yang dihadiri sekira limaratusan jemaat, digelar Minggu (28/1) di gereja setempat. Acara ibadah yang dirangkaikan dengan pemberkatan anak-anak dan pengukuhan pengurus GPI sidang Pasir Pengaraian, berlangsung dengan khikmad dan lancar. Pelaksanaan ibadah diselang-selingi dengan persembahan koor/paduan suara dari sejumlah sidang, diantaranya, GPI sidang jalan Durian Ujungbatu (induk), GPI Sidang Simpang ABC Rambah Samo, GPI sidang Pelampaian Kunto Darussalam, GPI sidang Pecandang Pagaran Tapah Darussalam, GPI sidang Simpang PIR Tandun, GPI sidang Pasir Pengaraian Rambah, GPI Pos Pelayanan Desa Ngaso Ujungbatu, membuat jemaat dengan antusias mengikuti acara demi acara. Kotbah I disampaikan Gr B Situmorang, dan Kotbah II disampaikan Pdt W Situmorang MTh. Dalam kotbahnya, Pdt W Situmorang yang mengangkatnya dari Kitab Yohanes 10 : 27 – 30 antara lain menandaskan, Firman Tuhan itu akan termanifestasi dan menjadi nyata di dalam kehidupan kita. Tuhan Allah yang maha besar akan menunjukkan caranya yang luar biasa untuk memeliharakan kita. Kita berada di tangan allah yang maha kuasa, yang menghantarkan kita kepada keadaan dan kehidupan yang terbaik, ungkapnya. Untuk itu kita dituntut untuk sampai kepada suatu penghayatan dan perenungan. Pertama, sadar tidak sadar bahwa tangan Allah lah yang menciptakan dan menjadikan kita. Tubuh, jiwa, waktu dan harta kita adalah milikNya. Oleh karenanya kita harus menunjukkan rasa hormat dan takut kepada Tuhan Allah, dan hal itu harus dijaga dan dipelihara. Kedua, kita harus menyadari bahwa tangan allah yang memakai kita, maka setiap kita harus terlibat dalam pekerjaan tuhan, setiap kelelahan dalam pekerjaanNya tidak sia-sia. Mungkin kita alat yang tekecil di dunia ini tetapi tidak dihadapan Tuhan, yang lemah dikuatkan yang sakit disembuhkan, yang banyak persoalan dimenangkan. Motivasi kita didalam melayani tuhan adalah karena mengasihi tuhan, demikian halnya dalam membuka pelayanan di pasir pengaraian ini. Dari kelemahan dan ketidak berdayaan kita Tuhan menyanggupkan, karena pelayanan kita adalah mulia dan berharga bagi Tuhan Allah. Pendirian gereja ini bukan untuk kebutuhan hari ini tetapi jauh kedepan, pekerjaan Tuhan yang supranatural itu akan mendatangkan para jemaatNya dalam jumlah besar ke tempat ini, tandasnya. Tuhan Allah akan mempersiapkan anak-anak dan hamba-hambaNya, mempersiapkan kita semua menjadi saksi pemberitaan firman tuhan, itulah kuasa Tuhan yang boleh terjadi dalam kehidupan kita. Mari kita panjatkan doa-doa supaya pelayanan di GPI sidang Pasir Pengaraian ini dapat berkembang, berjalan dengan baik dan benar, perlahan tetapi pasti, pungkasnya. (mar)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!