Selasa, 22 Oktober 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Religion
Jumat, 13 September 2019 | 07:29:44
Advertorial Pemkab Rokan Hulu
Pemkab Rohul Akan Lengkapi Sarana Prasarana di Situs Sejarah Desa RBS
MAHARDIKANEWS TIM
Bupati Rohul H Sukiman (kanan) dan Ketua LAM Riau Kabupaten Rohul H Zuyadaini (kiri), di Kampung Kelahiran Syekh Abdul Wahab, Danau Runda, Desa RBS, Kepenuhan, Kamis.
KEPENUHAN 
(mahardikanews) 
Bupati Rokan Hulu (Rohul) bersama rombongan menyambangi kampung kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan di Danau Runda Rantau Binuang Sakti (RBS) Kepenuhan.

Di lokasi acara, Bupati Rohul Sukiman langsung berziarah di makam Tengku Abdullah Halim Tambusai yang merupakan guru dari Syekh Abdul wahab Rokan, serta doa bersaama dipimpin Mursyid Kholifah Syahril. Setelah ziarah Bupati beserta rombongan kemudian meninjau makam salah satu guru yang berasal dari Aceh. Lalu kuburan raja Rantau Binuang Sakti 7 tingkat, dan meninjau batu pilar, serta batu pijakan wuduk Syekh Abdul Wahab Rokan.

Bupati Rohul Sukiman dalam kunjungan itu menilai situs sejarah di desa RBS menandakan Kabupaten Rohul yang beridentitas Negeri Seribu Suluk sejak dahulu kala sudah memiliki tokoh-tokoh agama setingkat Sufi atau Ahli Suluk yang konon tidak hanya dikenal di wilayah Riau dan Sumatera Utara, melainkan dikenal sampai ke kawasan Benua Asia hingga Asia Tenggara.

“Menurut sejarah, beliau (Syekh Abdul Wahab) dahulu kala hidup dalam suasana serba kekurangan dan keterbatasan, tapi bisa berbuat banyak untuk umat dan masyarakat luas di dalam dan luar negeri”, kata Sukiman, Kamis (12/9/2019) sore, didampingi Ketua TP PKK Hj Peni Herawati, Ketua LAM Riau Rohul Zulyadaini, Kepala Disparbud Drs Yusmar, Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Khoirul Fahmi, anggota DPRD Ilham, Camat Kepenuhan T Habrizal, Kades RBS Tamrin, para tokoh-tokoh serta masyarakat setempat.

Hal tersebut menurut Bupati hendaknya menjadi motivasi, pemacu, dan pelajaran bagi semua elemen masyarakat di Rohul, serta menjadikan contoh dari teladan perjuangan dan semangat beliau guna membangun negeri seribu suluk.

Bupati mendata, lahan di situs suluk telah dibebaskan seluas 6,8 hektare, dan telah bersertifikat dari Badan Pertanahan Nasional Rohul pada tahun 2018 lalu. Dengan lokasi strategis, masyarakat diajaknya berikhtiar dan berdoa agar tempat yang dianggap sakral dan mempunyai karomah itu dapat menjadi satu tempat kebanggaan.

Pemerintah daerah juga dipastikannya akan terus membangun dan mengembangkan situs bersejarah di Desa RBS seperti bangunan sebelumnya Visitor Center, Gerbang Masuk, serta surau suluk yang kini sedang proses pembangunan.‎

Di tahun 2020 mendatang, Pemprov Riau juga diketahui akan melengkapi sarana dan prasarana pendukung meliputi pemasangan pagar, merapikan wilayah lokasi surau suluk, dan membangun jalan sepanjang 2 kilometer sampai ke perbatasan Kabupaten Rohul dengan Kabupaten Rokan Hilir, sehingga menarik untuk dijadikan sebagai objek dan destinasi wisata sejarah di era dan masa yang akan datang.

“Kedepan kita turut akan buat agenda rutin memperingati Syekh Abdul Wahab. Jika di Besilam Langkat diperingati wafat atau Haulnya Syekh Abdul Wahab Rokan setiap tahun, maka di Rantau Binuang Sakti nanti kita peringati hari kelahiran atau Milad-nya pada tahun 2020 atau 2021 mendatang”, ujar Bupati Rohul Sukiman.

Sementara Tokoh Masyarakat Kepenuhan Kholifah Syahril, memaparkan situs sejarah di desa RBS telah berusia hampir 2 abad atau 200 tahun. Situs di tempat itu dinilai mempunyai keistimewaan dan kelebihan tersendiri daripada situs-situs sejarah lainnya di Rohul, karena sering disambangi masyarakat luas seperti masyarakat lokal, Riau, di luar Riau, maupun masyarakat dari luar negeri seperti Malaysia.

Syekh Abdul Wahab Rokan yang dikenal dengan seorang Sufi kata Syahril, juga merupakan tokoh suluk di Kabupaten Rohul. Beliau didata lahir di‎ Kampung Danau Runda pada 28 September 1811 Masehi dan wafat 7 Desember 1926 Masehi usia 115 tahun di Besilam Langkat Sumatera Utara. Untuk itu Pemkab diharapkannya membangun kawasan suluk lebih baik lagi, sehingga lebih maju di zaman yang akan datang.*(adv/kominfo)




Editor: AMBAR
©2019 MAHARDIKANEWS
all right reserved
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!