Sabtu, 16 Desember 2017
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Sosok
Minggu, 1 Mei 2016 | 15:01:55
Khodrat Shah Terpilih Secara Aklamasi Pimpin MPW PP Sumut

Medan, mahardikanews.com- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengatakan segenap komponen masyarakat dibutuhkan peranannya mensukseskan pembangunan Sumatera Utara termasuk organiasi Pemuda Pancasila. 

Dengan jumlah anggota yang besar, peran serta organisasi Pemuda Pancasila strategis khususnya sebagai laboraturium pembinaan mental para pemuda yang pancasilais ditengah tinggingya kompleksitas permasalahan bangsa kuatnya pengaruh negatif yang disebabkan perkembangan globaliasi saat ini. Hal ini dikatakan Erry Nuradi saat menghadiri Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) MPW Pemuda Pancasila Sumut di Hotel danau Toba Sabtu (30/04/2016). 

Selain dihadiri Plt Gubsu, turut hadir Kasdam l/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco, Walikota Medan Dzumi Eldin, mantan Walikota Medan Abdillah, pinisepuh Pemuda Pancasila Yan Parluhum Lubis atau Ucok Majestik, Ketua Partai Politik, perwakilan Ormas AMPI dan FKPPI, serta tokoh dan senioren PP seperti halnya Sastra SH MKn yang sempat digadang-gadangkan maju dalam bursa pemilihan Ketua MPW PP Sumut.

Dalam kesempatan itu Erry mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setingi-tingginya atas terlaksananya Muswilub. Tidak hanya untuk memilih Ketua MPW PP Sumut definitif, Erry berharap Muswilub juga sebagai sarana penguat organisasi dalam merumuskan, sekaligus menyusun dan mengevaluasi program-program organiasi khususnya dalam melanjutkan cita-cita Ketua sebelumnya almarhum Anuar Shah "Aweng. 

"Kompleksitas permasalahan bangsa kuatnya pengaruh negatif yang disebabkan perkembangan globaliasi saat ini diantaranya tingginya peredaran narkoba, meluasnya pergaulan bebas, derasnya budaya LGBT dan lain-lain penyakit masyarakat. Dengan demikian diharapkan kehadiran PP dapat menjadi anti tesis terhadap permasalahan bangsa saat ini. PP harus berada di garda terdepan untuk memerangi penyakit masyarakat tersebut,"ujar Erry.

Dikatakan Erry, eksistensi dan peran Pemuda Pancasila pada awal kelahirannya yakni sebagai wadah organiasi yang berperan aktif, menjaga, mengawal dan mengamankan pancasila sebagai ideologi bangsa dari oknum-oknum yang ingin menghancurkan pancasila. Begitu juga saat ini peran PP harus lebih ditingkatkan sebagai mitra strategsi pemerintah dan masyarakat khususnya dalam hal pembinaan generasi muda. PP harus tampil sebagai agent of change atau agen perubahan, motivator dan motor penggerak kemajuan bangsa. 

"Sinerjitas Pemuda Pancasila dan pemerintah harus terus trjalin. Saya ucapkan terima kasih bahwa selama ini telah terjalin dengan baik, dan kita harapkan ke depan hubungan yang sudah baik ini dapat lebih ditingkatkan lagi karena jika ingin menjadi orang yang beruntung, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,"ujarnya.

Dikatakan Erry Pemuda juga memiliki peran sebagai promotor intelektual dan promotor sosial. Pemuda selain memiliki ide-ide dan gagasan juga berperan sebagai perevolusi dan pendorong berbagai program yang menjadi harapan bangsa. Seperti halnya peran pemuda melalui pergerakannya untuk mendorong kemerdekaan Republik Indonesia.

"Bapak Presiden sokarno pernah mengatakan, Berikan aku seribu orang tua, niscaya aku akan cabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia. Begitu hebatnya peran pemuda ini. Saya berharap Pemuda Pancasila bisa menjadi garda terdepan membangun Sumut ini bersama seluruh stage holder yang lain,"ujarnya.

Sekjen MPN PP Sekjen MPN PP Drs TM Nurlif SE mengatakan kalau MPN PP menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap MPW PP Sumut yang dinilai sebagai salah satu basis PP di Indonesia. Ukuruan basis menurut Nurlif karena pemuda pancasila di Sumut merupakan MPW dan MPC yang tertib melaksanakan konsolidasi organisasi. Selain itu PP Sumut merupakan salah satu yang mampu her-regretasi anggota sebagai potensi organisasi Pemuda Pancasila. Selain itu PP di Sumut mampu melaksanakan program secara berjenjang baik tingkat Provinsi, Kabupaten Kota bahkan sampai ke tingkat ranting. 

"Saya menyimak apa yang disampaikan pak Gubernur bahwa Muswilub ini tidak hanya sebagai acara seremonial. Tidak hanya memilih ketua dan pengurusnyas secara lengkap. tetapi secara gamblang Gubernur secara jelas meminta kepada kita agar PP di Sumut benar-benar menjadi mitra kerja pemerintah, mitra masyarakat. Artinya kita harus ikut mendukung program pemerintah dalam rangka mewujudkan apa yang menjadi tema Muswilub kita kali ini, bersama masyarakat sumatera Utara untuk menciptakan aman, damai dan sejahtera,"ujarnya.
        
Dalam kesempatan tersebut dalam sambutan mewakili KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Japto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H, Sekjen MPN PP Sekjen MPN PP Drs TM Nurlif SE telah memuji keberhasilan Kodrat Shah mimpin MPW PP Sumut sebagai PLH.

"Sesuai dengan amanah organisasi, bung Kodrat telah berhasil melakukan konsolidasi ke MPC-MPC Sebelum pelaksanaan Muswilib. Dari 32 MPC hanya dua yang belum melaksanakan Musyawarah Cabang. Artinya ini keberhasilan yang harus dilanjutkan,"ujar Nurlif. 
 
Sementara itu saat Kodrat Shah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MPW PP Sumut defentif. Hal ini dikarena tidak ada satu kaderpun yang maju dalam bursa pemilihan Ketua. Padahal kader PP lainnya Sastra SH MKn sempat menyatakan siap maju dalam pesta demokrasi tersebut. 

"Keputusan ini sangat berat, apalagi setelah sejauh ini kita berjuang bersama rekan-rekan melakukan konsolidasi ke teman-teman MPC dan mendapat respon yang cukup baik dari mereka. Tapi keputusan ini harus diambil,"ujar Sastra,

Dijelaskan Sastra, salah satu alasan kuat pembatalan dirinya menjadi calon Ketua adalah sinyalemen yang ditangkapnya saat Sekjen MPN Nurlif menyampaikan kata sambutan saat pembukaan Muswilub. Sebagai kader yang taat Azas, Sastra mengaku tidak mungkin melawan kehendak MPN.

"Tidak mungkin saya melawab MPN. Pujian terhadap keberhasilan Kodrat sepeninggalan Amarhum Aweng merupakan sinyalemen bagi saya untuk tidak ikut dalam pencalonan. Saya tidak mundur, tapi mencoba berpikir realitis dengan fakta yang ada. Satu yang saya ingat pesan Ketum saya harus mengutamakan kekompakan dan menjaga kondusifitas di Sumut,"ujar Sastra.

(FR/MNC)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!