Sabtu, 20 Oktober 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Sosok
Senin, 24 September 2018 | 22:42:32
Video Bidan Muda Gantung Diri Viral
Kapolsek Ujung Batu Resor Rokan Hulu, Kompol Arvin Hariyadi S.I.K/ mahardikanews
UJUNG BATU
(mahardikanews)
Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Batu Resor Rokan Hulu menyarankan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarluaskan ke media sosial (medsos) foto dan video original ataupun sensor pasca tewasnya seorang Wanita yang gantung diri pada sebuah rumah di Tanah Datar, Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau, Minggu (23/9) sore lalu.

"Yang pertama jangan diviralkan lagi, kemudian yang sudah di upload atau diunggah agar segera dihapuskan, untuk menjaga rasa trauma yang dialami oleh pihak keluarga yang berduka", kata Kapolsek Ujung Batu Kompol Arvin Hariyadi, lewat sambungan telepon selulernya, Senin (24/9/2019) sore.

Sebelumnya, Personil dari Polsek Ujung Batu yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan, sudah melaksanakan penyelidikan, olah TKP, hingga melakukan Otopsi atau pemeriksaan pada tubuh FS di Puskesmas Ujung Batu.

Atas permintaan pihak keluarga, Kompol Arvin Hariyadi mengaku telah mengeluarkan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan atau SP3 dan pernyataan tidak menuntut ke siapapun, sebab orang tua FS telah menerima peristiwa tersebut dengan lapang dada dan ikhlas.

"Hasil olah TKP dan otopsi memang murni bunuh diri, dengan tanda-tanda yang ada dari hasil otopsi. Pihak keluarga korban juga sudah ikhlas dengan menandatangani pernyataan", terang Arvin, Minggu (23/9) malam lalu.

Pantauan media, seorang akun facebook yang mengunggah video ataupun foto di medsos facebook telah sukai dan dibagikan ratusan orang warganet. Dalam video berdurasi 58 detik itu tampak jelas Wanita yang lehernya tergantung oleh tali jenis kain tanpa sensor atau video original (asli) tersebut masih bisa disaksikan pengguna facebook serta dikomentari dengan beragam kritik dan pendapat.

Sebelumnya, Warga Ujung Batu, dikejutkan oleh Seorang Gadis berinisial FS (23th), yang ditemukan tewas dengan kondisi lehernya tergantung menggunakan kain selendang panjang berwarna hijau didalam sebuah rumah. Keterangan terkait FS juga mengabarkan bahwa FS terlihat masih sedang menelepon memakai handphone selulernya disaat pulang dari kerja sekira pukul 16.00 WIB.

Informasi dari orang tua FS bernama Muhammad Nasir (45th) dan Apridanis (43th), mengaku tidak mengetahui kejadian yang dialami putrinya, karena sedang berjualan sarapan pagi dan minuman di sekitaran pasar pagi Ujung Batu yang lokasinya tidak jauh dari rumah.

Ayah FS Nasir menyatakan, dirinya mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 17.20 WIB, saat dirinya pulang ke rumahnya usai berjualan di pasar. Saat berada di lokasi halaman rumah, kondisi pintu terkunci dari dalam.

Nasir yang berusaha membuka pintu akhirnya berhasil masuk dan berniat ingin mandi. Saat itu, Ia dikagetkan oleh seorang Wanita yang lehernya tergantung di kusen pintu kamar dan menyadari bahwa Wanita tersebut merupakan putrinya.

FS, Terang Nasir, adalah anak pertama dari empat bersaudara yang bekerja sebagai Bidan selama 6 bulan di Klinik Mitra Husada Km 4 Desa Ujung Batu Timur setelah berhasil lulus lebih kurang 1 tahun dari Akademi Kebidanan di Kota Medan.

Sedangkan menurut Ibu FS Apridanis, hubungan keluarga baik dan tidak ada masalah atau konflik seperti materi, karena FS sudah bekerja sendiri dan mandiri. Sang Ibu menilai, FS bersifat lumayan pendiam dan sedikit tertutup untuk mengungkapkan dan mengutarakan masalah pribadianya.

Sementara, seorang pacar FS yang diketahui bernama Wegi, Warga Desa Lubuk Bendahara turut hadir sekira pukul 19.00 WIB, di rumah duka dan ikut duduk membaca Surat Yasin disamping Jenazah, sembari terlihat sedih dan menangis.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!