Kamis, 09 April 2020
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Sosok
Minggu, 24 November 2019 | 16:18:16
Diawali Batuk dan Menceret, Pasien 12 Bulan ini Malah Alami Luka Cacat
MAHARDIKANEWS TIM
Kondisi tangan pasien inisal GM (12 bulan) di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Ujung Batu. GM diduga korban Malapraktik pihak RS.

Ujung Batu 

(mahardikanews) 

Pihak Rumah Sakit (RS) Awal Bros Ujung Batu diduga melakukan Malapraktik atau kelalaian medis kepada anak.


Pasien anak Laki-laki inisial GM berusia 12 bulan putra dari Elekson Marpaung (29) dan Evi Elita Sitohang (30) warga Ujung Batu Rokan Hulu (Rohul) ini menerangkan secara tertulis kronologis kejadian berawal pada 27 September lalu, GM dibawa ke RS Awal Bros Ujung Batu di Jalan Jenderal Sudirman untuk konsultasi sekaligus berobat atas batuk dan muntah disertai demam menceret yang dialami anaknya.


“Setelah diperiksa dokter RS, pasien didiagnosa mengalami infeksi saluran pencernaan. Setelah mendiami ruang inap selama 1 malam, keadaan GM malah semakin memburuk karena mengidap sesak nafas dan perut kembung keras. Lalu di malam ke-2, kondisinya terlihat kritis dengan mata sebelah kiri tertutup tidak bisa melihat”, kata ayah pasien E Marpaung Senin (18/11/2019), kepada Wartawan media mahardikanews.com, di Ujung Batu, Rohul, Riau, lewat keterangan tertulisnya.


Usai dilakukan scan, E Marpaung melihat penyakit anaknya ternyata bukan berada pada masalah saluran pencernaan, melainkan paru-paru yang terlihat seperti rusak seperti gambar hasil dari scan tersebut.


Dokter kemudian terangnya menganjurkan untuk memasukkan GM ke ruangan intensive care unit (ICU) atau unit perawatan intensif, namun tak lama kemudian kondisi tangan anaknya tepatnya di bagian tempat jarum infus berubah menjadi bengkak dan melepuh seperti bekas luka terbakar.


Selanjutnya pada 7 Oktober, anaknya kembali dilakukan pengontrolan ke RS yang sama, tetapi tangan yang bengkak disertai melepuh sebelumnya tidak dapat ditangani dan dipulihkan kembali. Pasien akhirnya dirujuk ke RS Awal Bros Pekanbaru 13 Oktober, serta menjalani operasi plastik tahap I 17 Oktober, terapi luka tekanan negatif atau negative pressure wound therapy (NPWT) 21 Oktober, dan melakukan tindakan operasi lagi 25 Oktober.


E Elita Sitohang selaku ibu GM juga mengaku mengikuti anjuran dokter untuk melakukan transfusi darah sebanyak 100 cc demi keperluan anaknya pada 26 Oktober lalu. Dua hari berikutnya 28 Oktober alat NPWT kembali dipasangkan dokter ke bagian tangan si anak karena daging merah terlihat tidak tumbuh.


Berselang tiga hari 31 Oktober, tangan pasien dilakukan operasi penempelan daging dengan pengambilan daging dari bagian paha. Setelah dilakukan operasi, pihak keluarga pada 3 November disarankan untuk pulang atas keyakinan pasien akan segera membaik.


Kemudian pada 5 November, pasien GM yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara itu kembali menjalani kontrol buka perban dan jahitan 11 November. Atas kejadian itu, kinerja pihak RS menurutnya sudah lalai memberikan pelayanan maksimal disertai dokter medis yang tidak berkompeten dalam praktik, sehingga membuat anaknya cacat di tubuh bagian tangan dan paha.


Humas RS Awal Bros Ujung Batu Syahrul, saat dikonfirmasi menyangkal Malapraktik atau kelalaian dalam standar profesional yang dilakukan oleh pihak rumah sakit serta kinerja yang melanggar ketentuan Undang-Undang Praktik Kedokteran. Kinerja praktik dan pelayanan di RS Awal Bros menurutnya sudah optimal dan sesuai standar operasional prosedur atau SOP rumah sakit.*(red-mnc)




Editor: AMBAR

©2019 MAHARDIKANEWS

all right reserved

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!