Sabtu, 15 Agustus 2020
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Sosok
Minggu, 28 Juni 2020 | 09:56:22
Saran Dokter Reisa bagi orang berisiko tinggi COVID-19
MAHARDIKANEWS TIM
Reisa Broto Asmoro, Dokter Indonesia Tim Komunikasi Publik gugus tugas perrcepatan penanganan COVID-19. (IG: @reisabrotoasmoro).
JAKARTA 
(mahardikanews) 
Tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro, menyarankan orang dengan risiko tinggi tertular COVID-19 agar berolahraga.

Reisa yang menjabat Dokter Indonesia juga Puteri Indonesia Lingkungan itu berpesan masyarakat dapat berolahraga di kediamannya masing-masing tanpa harus ke tempat pusat kebugaran yang memungkinkan bertemu dengan orang-orang banyak.

“Olahraga risiko tinggi tertular corona virus disease (COVID) yaitu olahraga di tempat umum secara berkelompok dan menggunakan alat secara gantian. Namun bagi orang yang punya penyakit diabetes, hipertensi, gangguan paru, gangguan ginjal, autoimun, maupun yang sedang hamil, agar menghindari olahraga tipe ini”, kata Reisa Broto, Minggu (28/6/2020), lewat siaran YouTube, di Graha BNPB Jakarta.

Olahraga yang berisiko rendah tertular COVID-19 terangnya adalah olahraga di rumah secara sendiri atau dengan anggota keluarga dan menggunakan alat olahraga sendiri. Dihimbaunya agar masyarakat mengutamakan olahraga jenis itu.

Reisa mempersilakan orang yang berisiko rendah bila tertular COVID-19 untuk berolahraga di luar ruangan atau di pusat kebugaran, asalkan tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah diterbitkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kemudian untuk olahraga berjalan kaki juga disarankannya harus menjaga jarak 2 meter. Bagi yang berlari bisa berjarak 10 meter dan 20 meter bagi pengguna sepeda. Sementara di pusat kebugaran, agar pengelolanya menerapkan protokol kesehatan dasar seperti menyiapkan sarana cuci tangan, jaga jarak saat berolahraga, cek suhu, cek kondisi kesehatan, membatasi anggota yang berlatih, dan disinfeksi alat-alat olahraga.

“Bagi yang sakit sangat dianjurkan untuk tidak datang ke tempat umum seperti pusat kebugaran. Para lanjut usia atau lansia juga sangat disarankan berolahraga sendiri-sendiri bukan berkelompok”, ujar Reisa yang merupakan Alumni Universitas Pelita Harapan.

Lalu Reisa berpesan supaya menghindari penggunaan AC dengan mengutamakan sirkulasi udara lewat pintu atau jendela secara alami, menggunakan air purifier, memakai masing-masing peralatan handuk maupun matras, dan setiap anggota yang berolahraga termasuk pelatihnya harus terbebas dari virus corona.

Sedangkan terhadap petugas kasir dianjurkan menggunakan masker dan pelindung wajah, menjadwalkan latihan menjaga jarak, membuat jalur masuk dan keluar secara berbeda.
(red-mnc)




Editor: AMBAR
©2020 MAHARDIKANEWS
all right reserved
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!