Sabtu, 15 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Techno
Rabu, 28 November 2018 | 14:42:18
e-Filing, e-Payment dan e- Summons Dalam Layanan Aplikasi Pengadilan Elektronik
MAHARDIKANEWS TIM
https://ecourt.mahkamahagung.go.id
Pasir Pengaraian
(mahardikanews)
Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian Sarudi, membuka sosialisasi Pengadilan elektronik atau e-Court, Selasa (27/11/2018), bersama sejumlah Advokat yang berada di daerah Kabupaten Rokan Hulu.

"e-Court merupakan layanan pengguna terdaftar untuk Pendaftaran Perkara online (e-Filing), Pembayaran Panjar Biaya Perkara online (e-Payment) dan Pemanggilan Pihak secara online (e-Summons)", kata Sarudi, didampingi Wakil Ketua PN Pengaraian Sunoto, di kantor PN Pasir Pengaraian, komplek Bina Praja Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu.

PN Pasir Pengaraian, terang Sarudi, menjadi PN ke-2 yang mengaplikasikan layanan e-Court di daerah hukum Pengadilan wilayah Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau setelah PN Pekanbaru, dan telah diterapkan terhitung pada tanggal 9 November 2018 lalu.

Ia menyatakan, Penerapan aplikasi administrasi perkara berbasis online tersebut merupakan implementasi Peraturan Mahkamah Agung (MA) nomor 3 tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik yang disahkan 29 Maret 2018.

Menurut Sarudi, dengan aplikasi e-Court akan lebih memudahkan untuk mendaftarkan perkara di PN Pasir Pengaraian secara online. Sebab, perkara yang diajukan akan langsung teregistrasi, setelah itu hanya akan menunggu jadwal atau waktu persidangan.

Ia menilai, penerapan aplikasi e-Court secara online juga dapat mencegah praktik pungutan liar atau pungli di PN Pasir Pengaraian. Karena, dengan pemberlakuan sistem tersebut, mampu meminimalisasi terjadinya pertemuan antara si Pendaftar dengan pihak PN.

"Aplikasi e-Court ini memberikan kemudahan bagi pihak berperkara yang akan mendaftarkan gugatannya di Pengadilan. Mereka (pihak berperkara/penggugat) bisa langsung daftar secara online, tanpa harus datang ke PN Pasir Pengaraian", ujar Sarudi.

Ia memaparkan, didalam e-Court sudah diatur mulai dari pengguna layanan administrasi perkara, pendaftaran administrasi perkara, pemanggilan para pihak, penerbitan salinan putusan dan tata kelola administrasi.

Untuk pembayaran biaya perkara seluruhnya dilakukan secara online, disaat mengajukan permohonan atau gugatan perkara Perdata, Agama, Tata Usaha Negara yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.

"Jadi bagi yang berada di luar daerah, Pengacara tidak perlu lagi datang ke PN Pasir Pengaraian untuk mendaftarkan pengajuan gugatan. Bisa melalui aplikasi e-Court yang terakses langsung dengan MA. Penerapan ini dikhususkan bagi para Pengacara atau Advokat", jelas Sarudi.

Ia membandingkan, selama ini untuk mendaftarkan perkara setiap pemohon atau penggugat atau diwakili Advokat harus terlebih dahulu datang ke Pengadilan. Saat ini, pendaftar atau Advokat akan mempunyai akun di e-Court. Aplikasi selanjutnya akan mengabarkan melalui email atau akun dari Advokat yang sudah teregristasi dan terverifikasi.

"Sekarang dari kantor atau rumah bisa melakukan pengiriman pendaftaran gugatan secara elektronik. Sistem ini agar tercipta asas cepat dan biaya ringan. Untuk pelaksanaan Sidang pertama Penggugat dan Tergugat harus hadir. Selanjutnya jawaban atas gugatan, reflik, duplik tak perlu lagi hadir di perisdangan. Jika harus dibuktikan, baru hadir kedua belah pihak sampai dengan acara putusan. Jadi sudah banyak waktu dan biaya yang dihemat", imbuh Sarudi, dihadapan para Advokat.

Sejak diterapkannya pelayanan e-Court, pihaknya mengaku, saat ini PN Pasir Pengaraian sudah melayani 2 pendaftaran pengajuan gugatan di Pengadilan Negeri wilayah daerah PN Pasir Pengaraian, 1 diantaranya Pengacara dari Provinsi Kepulauan Riau. Ia berharap, kepada para Advokad di Kabupaten Rokan Hulu segera melakukan Verifikasi akun, agar aplikasi dapat digunakan.

Kemudian, pembayaran pendaftaran hingga biaya lainnya selama persidangan, dapat dibayarkan melalui 4 Bank BUMN. Tetapi saat ini hanya BRI yang menunjukan keseriusannya dalam hal manajemen pembayaran biaya, sehingga pembayaran baru bisa dilakukan di BRI.

"Kita juga terimakasih kepada BRI yang telah menghibahkan 2 unit peralatan komputer sebagai alat penunjang e-Count. Semoga kerjasama ini akan berlanjut di kegiatan lainnya", tandas Sarudi, dihadapan Kepala Cabang BRI Pasir Pengaraian, Yosef.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!