Kebutuhan Bayi di Pengungsian Terabaikan saat Banjir di Batubara
BATUBARA — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batubara menyisakan kisah pilu bagi para ibu yang tinggal di posko pengungsian. Hingga lebih dari sepekan berada di tempat pengungsian, kebutuhan dasar bayi belum juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Batubara.
Kondisi memprihatinkan ini dialami para pengungsi di Masjid Syaroni, Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi. Para ibu mengaku belum menerima bantuan apa pun untuk bayi mereka, mulai dari popok, susu, hingga selimut.
“Kalau bahan makanan kami sudah cukup, walau harus urunan beli bumbu dan gas elpiji. Tapi untuk kebutuhan bayi belum ada diberikan,” ujar seorang ibu yang ditemui di lokasi pengungsian.
Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Batubara, Muliadi, saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (3/12/2025), menyebutkan bahwa perlengkapan bayi memang tidak dianggarkan dalam pos anggaran instansinya.
“Tidak ada dianggarkan di Dinas Sosial, coba ke BPBD mungkin ada,” kata Muliadi.
Sementara itu, bayi dan balita yang berada di pengungsian sangat rentan terserang penyakit, terutama karena tidur di teras masjid dengan kondisi udara lembab dan dingin. Para ibu berharap pemerintah setempat segera turun tangan memberikan kebutuhan dasar bayi seperti susu, popok, selimut, dan kelambu.
Hingga saat ini, banjir masih merendam ratusan rumah di Desa Padang Genting. Sejumlah warga memilih bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka belum bisa ditempati akibat genangan air yang belum surut. (mdk-01)
